“The language of the manuscript should be improved.”
Kalimat tersebut mungkin menjadi salah satu komentar reviewer yang paling sering ditemui oleh penulis artikel ilmiah.
Bagi sebagian peneliti, komentar tersebut terasa membingungkan. Tidak sedikit yang bertanya, “Bukankah reviewer seharusnya menilai kualitas penelitian, bukan kualitas bahasa?” Bahkan ada pula yang merasa bahwa komentar tersebut menunjukkan penelitian mereka dianggap kurang baik.
Padahal, dalam banyak kasus, komentar mengenai bahasa tidak selalu berkaitan dengan kualitas penelitian. Sebaliknya, komentar tersebut sering kali muncul karena reviewer ingin memastikan bahwa kontribusi ilmiah penulis dapat dipahami dengan jelas oleh pembaca jurnal. Memahami alasan di balik komentar tersebut penting bagi setiap penulis, terutama ketika mempersiapkan manuskrip untuk jurnal nasional maupun internasional.
Apa yang Sebenarnya Dinilai oleh Reviewer?
Banyak penulis beranggapan bahwa reviewer hanya berfokus pada metodologi penelitian, analisis data, atau kebaruan temuan. Ketiga aspek tersebut memang menjadi bagian penting dalam proses peer review. Namun, reviewer juga perlu memastikan bahwa seluruh isi manuskrip dapat dipahami secara konsisten oleh komunitas ilmiah yang menjadi pembaca jurnal.
Sebuah penelitian yang dirancang dengan baik akan sulit memberikan dampak apabila pesan ilmiahnya tidak tersampaikan secara jelas. Oleh karena itu, kualitas penyampaian menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kualitas penelitian itu sendiri.
Dalam konteks ini, bahasa bukanlah tujuan utama penilaian, melainkan media yang menghubungkan hasil penelitian dengan pembacanya.
Mengapa Bahasa Tetap Menjadi Perhatian Reviewer?
Reviewer pada dasarnya tidak mencari kesalahan tata bahasa satu per satu. Mereka membaca manuskrip untuk memahami gagasan ilmiah yang ingin disampaikan penulis.
Ketika bahasa yang digunakan kurang jelas, reviewer harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk menafsirkan maksud penulis. Situasi seperti ini berpotensi menimbulkan salah pemahaman terhadap argumentasi, metode penelitian, maupun interpretasi hasil.
Akibatnya, reviewer dapat memberikan komentar yang meminta penulis memperjelas penyajian naskah sebelum melanjutkan penilaian terhadap substansi penelitian. Dengan kata lain, komentar mengenai bahasa sering kali merupakan upaya untuk memastikan bahwa penelitian dapat dievaluasi secara adil berdasarkan kualitas ilmiahnya, bukan berdasarkan kesulitan memahami naskah.
Komentar Bahasa Tidak Selalu Berarti Grammar
Salah satu kesalahpahaman yang cukup sering terjadi adalah menganggap bahwa revisi bahasa identik dengan memperbaiki grammar.
Dalam praktik publikasi ilmiah, ruang lingkup komentar bahasa jauh lebih luas.
Reviewer dapat memberikan masukan ketika menemukan penggunaan istilah yang tidak konsisten, struktur kalimat yang menyulitkan pembaca mengikuti alur argumentasi, atau penyajian informasi yang kurang efektif. Dengan demikian, komentar mengenai bahasa sering kali berkaitan dengan kejelasan komunikasi ilmiah, bukan sekadar ketepatan tata bahasa.
Inilah sebabnya mengapa dua manuskrip dengan tingkat akurasi grammar yang sama dapat memperoleh respons reviewer yang berbeda apabila kualitas penyampaian ide mereka berbeda.
Mengapa Penulis Sering Terkejut?
Sebagian besar penulis telah menghabiskan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, melakukan penelitian.
Selama proses tersebut, penulis menjadi sangat akrab dengan topik yang diteliti sehingga sering kali tidak menyadari bahwa pembaca tidak memiliki latar belakang pengetahuan yang sama.
Reviewer justru membaca manuskrip dari sudut pandang pembaca ilmiah. Ketika terdapat bagian yang terasa ambigu, kurang sistematis, atau sulit diikuti, reviewer akan memberikan catatan agar naskah menjadi lebih mudah dipahami oleh komunitas akademik yang lebih luas. Oleh karena itu, komentar bahasa tidak selalu menunjukkan kelemahan penelitian, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas komunikasi ilmiah.
Publication-Ready Bukan Berarti Native-Like
Masih terdapat anggapan bahwa manuskrip yang baik harus terdengar seperti ditulis oleh penutur asli bahasa Inggris.
Dalam praktik publikasi internasional, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.
Editor dan reviewer pada umumnya lebih membutuhkan manuskrip yang jelas, konsisten, dan mudah dipahami daripada manuskrip yang menggunakan gaya bahasa yang rumit.
Tujuan utama penulisan akademik bukanlah menunjukkan kemampuan berbahasa, melainkan menyampaikan kontribusi penelitian secara efektif kepada komunitas ilmiah. Karena itu, konsep publication-ready lebih berkaitan dengan kualitas komunikasi ilmiah daripada upaya menghasilkan bahasa yang terdengar sempurna.
Insight AWTranslate
Komentar reviewer mengenai bahasa sebaiknya tidak dipandang sebagai kritik terhadap kemampuan penulis.
Sebaliknya, komentar tersebut dapat menjadi masukan untuk meningkatkan keterbacaan manuskrip sehingga hasil penelitian memiliki peluang lebih besar untuk dipahami, diapresiasi, dan memberikan dampak bagi bidang ilmu yang dituju. Pada akhirnya, penelitian yang baik memerlukan komunikasi yang baik pula. Ketika kedua aspek tersebut berjalan seimbang, peluang manuskrip melewati proses peer review secara lebih lancar pun akan semakin besar.
Kesimpulan
Dalam proses publikasi ilmiah, bahasa bukan sekadar alat untuk menerjemahkan kata, tetapi sarana untuk menyampaikan gagasan ilmiah secara akurat kepada komunitas akademik internasional. Memahami mengapa reviewer memberikan komentar mengenai bahasa membantu penulis melihat proses revisi dari sudut pandang yang lebih konstruktif. Revisi bahasa bukan semata-mata memperbaiki kalimat, melainkan memastikan bahwa kontribusi penelitian dapat dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh penulis.
Siap Mempersiapkan Manuskrip Anda?
Setiap manuskrip memiliki tantangan yang berbeda, baik dari sisi bahasa, konsistensi istilah, maupun kesiapan untuk publikasi. Memahami kebutuhan naskah sejak awal dapat membantu proses publikasi menjadi lebih efektif.
Apabila Anda ingin mengetahui bagaimana manuskrip dapat dipersiapkan agar lebih siap untuk dikirim ke jurnal, silakan kunjungi halaman Services atau hubungi AWTranslate melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut.
Baca Juga
Jika Anda ingin memahami mengapa banyak manuskrip ditolak bahkan sebelum memasuki tahap peer review, baca juga artikel berikut:
➡️ Cara Menerjemahkan Artikel Ilmiah agar Layak Submit ke Jurnal Internasional

